Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,06 triliun untuk program magang bergaji setara upah minimum kabupaten/kota (UMK) bagi lulusan perguruan tinggi pada tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari total anggaran Rp 1,37 triliun yang dialokasikan untuk periode 2025-2026, dengan Rp 300 miliar disiapkan untuk tahap awal pada 2025.
Pada tahun pertama (2025), durasi magang diperkirakan selama 2,5 bulan, yang kemudian akan diperpanjang menjadi sekitar 3,5 bulan pada 2026. Setiap peserta diperkirakan akan menerima uang saku yang setara dengan UMK, yang rata-rata sekitar Rp 3,8 juta per bulan, dengan target peserta mencapai sekitar 100.000 orang.
Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja formal sebagai upaya mendukung pemulihan ekonomi nasional.